ucy

UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK


Telp Kami 0274-372274 (Hunting), Fax. 0274-434064

TAMAN MANGROVE UNTUK MENCEGAH BENCANA ABRASI PANTAI GLAGAH

By: Admin | Posted on: 26 Jan 2014

FT Peduli LIngkungan

Beberapa bulan yang lalu pantai selatan Kulonprogo telah dihantam gelombang tinggi yang berakibat pada abrasi sebagian pantai dan merusak bebrapa sarana permukiman dan pertanian. Kawasan wisata Pasir Mendit-Pasir Kadilangu Kulonprogo yang merupakan kombinasi kawasan perikanan dan pengembangan ekowisata hasil inisiasi warga memanfaatkan hutan mangrove dan kreasi bangunan model dari bambu. Menurut Apriliana Kiswanto, ST sebagai pengelola paguyuban wisata yang juga alumni Teknik SIpil UCY menyampaikan, wisata alam yang dikreasi sejak tahun 2016 ini sebenarnya telah memberikan dampak yang meningkat bagi lingkungan setempat yang bertambah jumlah pengunjungnya. Namun dengan adanya gelombang tinggi yang terjadi bulan Desember yang lalu menyebabkan terjadinya abrasi di beberapa pantai termasuk akses menuju tempat tersebut sehingga mengganggu kelancaran pengunjung yang mau menikmati wisata tersebut.

UCY sebagai melakukan pengabdian masyarakat melalui penanaman mangrove di beberapa spot Pasir Mendit-Pasir Kadilangu. Sebanyak 150 tanaman mangrove telah ditanam bersama oleh mahasiswa , dosen, warga, pengelolan wisata. Disampaikan oleh oleh Dekan FT UCY, Ir. Erlina, MT, penamanam mangrove ini sebagai kepedulian UCY dihaparkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi alam dan lingkungan yang memebrikan rasa aman dan makin menarik wisatakan ke lokasi ini. Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.

Dalam kegiatan tersebut telah didukung oleh Kepala BNPB Doni Monardo yang saat itu sedang melakukan koordinasi yang dihadiri pula Sekda DIY Gatot Saptadi, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, dan beberapa dosen UGM. Dalam dialog Ir. Nurokhman, MT selaku Kaprodi teknik Spipil menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai kepedulian lingkungan hidup yang dilakukan setiap tahun. Bentuk lain yang dilakukan sebelumnya bersih pantai dengan memunguti sampah pengunjung ke dalam tempat sampah sebagi bentuk edukasi sadar sampah.”Pengelola perlu perhatian bebrapa konstruksi bamboo, mengingat umur bamboo terbatas sehingga perlu dilakukan pengawasan cek sambungan misalnya. Ke depan UCY akan mencoba pengabdian untuk mengecek semua konstruksi bamboo ini”; tandasnya.

Lokasi wisata pasir mendit-pasir Kadilangu tidak jauh dari lokasi Bandara termewah di Indonesia, Yogyakarta Internasional Airport (YIA) yang tentukan akan menjadi kawasan startegis dalam penataan pariwisata pantai selatan Glagah. Ekowisata yang awalnya dikelola 35 orang sekarang sudah dikelola Desa. Letak Hutan Mangrove Wanatirta di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Congot. Jarak tempuhnya akan memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam, bila ditempuh dari Kota Yogyakarta. Sedangkan dari bandara Kulonprogo baru lebih dekat, hanya beberapa menit saja. (maman@2019)