• info@ucy.ac.id
  • 0274-372274 (Hunting)
News Photo

JURNAL TEKNIK SIPIL UCY Vol I, No. 1 Tahun 2006

ABSTRAKSI:  Kayu jati merupakan bahan bangunan yang diperoleh dari alam, tanpa melalui proses  pabrikasi  mempunyai kualitas yang cukup baik dan secara ekonomi mempunyai harga relatif murah, jika dibandingkan dengan beton dan baja.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kekuatan kayu jati asal Wonosari ditinjau berdasar kekuatan sifat mekanik yang meliputi : pengujian kuat desak kayu sejajar arah serat, pengujian kuat desak kayu tegak lurus arah serat, pengujian kuat tarik kayu sejajar arah serat, pengujian kuat lentur kayu tegak lurus arah serat,  dan pengujian kuat geser searah arah serat, dengan jumlah benda uji setiap pengujian 6 buah, kecuali pada pengujian kuat desak kayu sejajar arah serat dan pengujian kuat desak kayu tegak lurus arah serat masing-masing 3 buah. Metode yang dipergunakan adalah dengan pengujian di laboratorium Bahan Bangunan  Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.

Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu jati asal Wonosari Yogyakarta memiliki kadar air rata-rata 10,849 %, berat jenis rata-rata 0,609 gr/cm3, kuat tarik ijin sejajar arah serat 250,640 kg/cm2, kuat geser ijin sejajar arah seratnya 53, 459 kg/cm2, kuat desak ijin sejajar arah serat 128,276 kg/cm2, kiuat desak ijin tegak lurus arah serat 38,938 kg/cm2 dan kuat lentur ijin tegak lurus arah serat 276, 375kg/cm2. Berdasar Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) tahun1961 maka kayu jati asal Wonosari mempunyai mutu A dan Kekuatan kayu berkisar pada Klas kuat I – II ( Klas kuat Jati ).

Kata kunci :   Kayu Jati, kuat tarik, kuat desak, kuat geser dan kuat lentur    

 
 


 

KAJIAN BETON RINGAN NON-PASIR

DENGAN AGREGAT ALWA ASAL CILACAP

 Oleh:  Hery Kristiyanto (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)

ABSTRAK:  Didaerah Cilacap telah dikembangkan kerikil buatan yang disebut dengan alwa yang terbuat dari lempung sedimenter. Karena berat jenisnya yang rendah, maka alwa dapat digunakan sebagai agregat kasar pada beton ringan. Beton ringan non-pasir adalah salah satu jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan agregat halusnya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mengamati keterkaitan antara berat jenis, volume rongga dan kuat tekan pada beton ringan non pasir dengan agregat alwa. Alwa yang digunakan berukuran 5 mm – 20 mm, dengan faktor air semen 0,45 dan variasi campuran direncanakan dengan perbandingan volume semen : agregat yaitu; 1:2, 1:4, 1:6, 1:8, dan 1:10. Benda uji berupa kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, yang dirawat dengan perendaman dalam air dan diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji merupakan beton ringan dengan nilai maksimum berat jenis dan volume rongga berturut-turut 1,96 T/m3 dan 34,94 %. Nilai kuat tekan beton mencapai 37,66 MPa  pada umur 28 hari, dengan kandungan semen 571 kg/m³. Kuat tekan beton meningkat seiring dengan meningkatnya berat jenis dan menurunnya volume rongga.

 

Kata kunci : beton ringan, alwa, kuat tekan, berat jenis.

 
 


 

PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA

TERHADAP KINERJA MANAJEMEN                                      

PERUSAHAAN PROPERTI

 Oleh:  Ilham Poernomo (Dosen Prodi Teknik Sipil UJB)

ABSTRAK: Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas baik dalam hal pengetahuan, keahlian, maupun sikap sehingga kekurangan-kekurangan yang ada sebelumnya dapat diperbaiki. Sedangkan pengembangan biasanya lebih mengarah kepada usaha untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada diperusahaan. Faktor yang dapat mempengaruhi konsumen terhadap perusahaan pengembang diantaranya adalah Motivasi, Persepsi, pengetahuan, keyakinan, dan pendirian yang harus dihadapi dari perusahaan.

Perancangan kredibilitas dari perusahaan pengembang tentang tanggung jawab yang harus dipenuhi akan mengakibatkan pengaruh yang sangat besar disamping menunjukan loyalitas perusahan juga menunjukan motivasi serta misi  yang diambil perusahaan dalam perkembangan perusahaan itu sendiri.

Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan dengan program yang baik dan terarah serta terus-menerus yang merupakan bagian dari sistem yang ada dalam perusahaan dan merupakan bagian invenstasi jangka panjang yang diperoleh perusahaan, sehingga perusahaan properti tidak dapat  mengabaikan salah satu dari bentuk tanggung-jawab dalam sistem yang ada.

 

Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Pelatihan, Pengembangan, Properti

 

 

 

PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT BEBAN LENTUR MENURUT SNI - 2002

Oleh: Nurokhman (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)

ABSTRAK: Beberapa perubahan tata cara perancangan struktur beton bertulang telah ditetapkan dalam SNI – 2002, khususnya untuk komponen struktur yang menerima beban lentur pada balok. Sebagian besar revisi dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil perancangan struktur beton dengan perilaku yang “lebih dapat dipercaya”, dan realistis dalam tingkat keamanan yang wajar yang didasari oleh hasil-hasil studi struktur beton baik secara modelisasi analitis maupun empiris eksperimental. Untuk penerapan yang lebih komprehensif, perlu kiranya mempelajari SNI-2002 secara rinci dan menyeluruh termasuk memahami sumber-sumber perubahannya agar dapat mengerti dasar pemikiran yang menyertai revisi-revisi tersebut dan keterkaitannya secara keseluruhan yang terpadu.

Kata kunci : perancangan, beton bertulang, , lentur, SNI-2002

       
   
   

 

 

 

PERENCANAAN CRANE GIRDER DAN

COLUMN BASE PLATE PADA BANGUNAN INDUSTRI

 Oleh: Singgih Subagyo (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)

ABSTRAK: Dalam tulisan ini diuraikan cara perencanaan dan aplikasi analisis dari balok keran (crane girder) dan pelat dasar kolom (column base plate) yang merupakan bagian dari bangunan baja untuk industri. Dalam perencanaan struktur baja, berat struktur diusahakan seminimum mungkin namun cukup kuat dan kaku terhadap gaya yang bekerja. Peraturan yang digunakan dalam perencanaan adalah : Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung (PPBBG) 1987, SNI Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002), dan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPI) 1983.

Kata kunci : perencanaan, balok keran, pelat dasar kolom

 

 

KALIBRASI MODEL GRAVITY MATRIKS ASAL TUJUAN PENUMPANG BUS AKAP JURUSAN YOGYAKARTA-SURABAYA KELAS EKONOMI

Oleh:  Suryanto (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)

ABSTRAKI: Penyesuaian hasil pemodelan dengan pengamatan di lapangan mengenai komponen-komponen penumpang (asal tujuan penumpang dan jumlah penumpang) perlu dilakukan. Pemodelan penumpang bus AKAP jurusan Yogyakarta-Surabaya kelas ekonomi dipakai pendekatan model Gravity dengan-batasan-bangkitan-tarikan fungsi hambatan pangkat. Dari pengabsahan diperoleh bahwa parameter yang tidak diketahui adalah parameter ß. Hasil kalibrasi model dengan beberapa metode menunjukkan bahwa nilai parameter ß berbeda-beda dengan nilai terendah 0.04 (metode kuadrat terkecil) dan tertinggi 0.55 (metode Hyman).

 

Kata Kunci : model gravity, metode kalibrasi, matriks asal tujuan penumpang, parameter ß 

Share This News

Comment

Akreditasi merupakan pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan. Semua Prodi di UCY terkreditasi B.